Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Sambung Rasa Masyarakat Panombo dengan LPPM Unika Atma Jaya

Sambungrasa Masy Panombo dgn LPPM UAJ
Rabu, 16 Maret 2011, Pertemuan masyarakat Panombo dengan LPPM Unika Atma Jaya. Bapak Dr. A. Prasetyantoko,  Ketua Lembaga, mengadakan pertemuan sambung rasa dengan Masyarakat Panombo yang dikomandoi oleh Ustad Marzuki bin Kasan. Sambung rasa yang diselenggarakan di rumah Ustad Marzuki  dihadiri oleh para tokoh masyarakat baik dari perwakilan unsur pemuka agama, pemerintah desa, perwalikan Ibu-Ibu maupun pemuda. “Kami berterima kasih dan sangat senang dengan pertemuan yang akrap, diskusi yang hangat ini. Semoga silaturahmi ini bisa terjalin terus sehingga dapat memberi manfaat bagi pengembangan masyarakat  Panombo” ujar Ustad Marjuki.

 

Potensi besar kandungan minyak di wilayah ini sudah terbukti, proses pengeboran sudah dimulai, 5-7  sumur minyak di dekat Kampung Panombo akan segera digali. Semua berharap kekayaan alam yang melimpah itu menjadi berkah dan masyarakat setempat tidak menjadi korban tetapi dapat ikut menikmati. Selain minyak, dalam diskusi ini muncul banyak potensi daerah yang belum tergarap dan beberapa ide pengembangan masyarakat. Seperti disampaikan oleh Bapak  A. Prasetyantoko,  “Masih banyak potensi yang dapat dikembangkan, dalam diskusi singkat saja, kita dapat melihat tikar ademan bisa diproduksi lebih variatif dan tuak kelapa bisa diolah menjadi gula”. “Kita dapat mengambil pelajaran dari pertemuan ini, bahwa untuk membuat perubahan yang menjadi kunci diantaranya adalah kesiapan bekerja keras dan kesediaan untuk bekerja sama”, imbuhnya.

 

Panombo adalah daerah kaya yang penduduknya masih dalam keterbelakangan. Kampung Panombo masuk dalam wilayah Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara gembong. Sebagai daerah di dataran rendah tepian sungai Ciherang selalu dilanda banjir setiap tahun. Banjir tahuan yang biasanya terjadi ,  Januari-Februari, tahun ini tidak terjadi. Perubahan ini memang  disyukuri oleh masyarakat, namun masyarakat belum dapat memanfaatkan perubahan ini secara maksimal. Contohnya dalam bidang pertanian, jika di bulan November –Desember  tahun lalu mereka sudah punya kepastian tidak akan banjir maka mereka dapat menanam padi dan tentu saat ini sudah bisa panen. Hal ini tidak dilakukan oleh kebanyaknya petani, sehingga kebanyakan lahan tidak tertanami.

 

Sambung rasa dalam bentuk diskusi interaktif ini diharapkan dapat menyambung lagi jalinan  tali silaturahmi  yang sekaligus dapat menjadi simpul perubahan bagi masyarakat Panombo pada umumnya.

 

 

***