Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Laporan Evaluasi program MSM/ASA. Masing-masing Implementing Agency

Penulis/Peneliti: Yustina Rostiawati

Tahun: 2005

Di wilayah Asia-Pasifik, kelompok LSL (laki-laki suka laki-laki - MSM) seringkali kurang mendapat perhatian dalam rangka upaya pencegahan HIV positif dan perawatan mereka yang mengidap AIDS. Meskipun demikian, LSL diindikasikan mempunyai risiko tinggi terinfeksi HIV. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa di Asia, di kalangan LSL masih berprilaku risiko tinggi dengan rendahnya penggunaan kondom dan seringnya ganti-ganti pasangan baik dengan laki-laki maupun perempuan.

Family Health International (FHI) bekerja sama dengan organisasi lokal atau lembaga implementor (implementing agencies) di sejumlah Negara Asia-Pasifik untuk mengimplementasikan intervensi yang utamanya bertujuan untuk mengurangi risiko LSL dengan meningkatkan pengetahuan, akses terhadap kondom, lubrikan dan pelayanan, serta menciptakan lingkungan yang mendukung terjadinya perubahan prilaku. Dalam hal ini FHI membantu program di Bangladesh, Cambodia, Indonesia, Nepal, dan Vietnam.

Untuk menentukan keefektifan model program LSL, atau sejumlah elemen yang sama di berbagai program LSL, FHI/Divisi Asia dan Pasifik bersama dengan kantor FHI di Negara bersangkutan melakukan evaluasi komprehensif program MSM di Bangladesh, Nepal dan Indonesia. Evaluasi Program ASA merupakan evaluasi ketiga. Program ASA (Aksi Stop AIDS) di Indonesia memberikan bantian kepada sejumlah implementing agencies: Persatuan Waria Kotamadya Surabaya (PERWAKOS), Yayasan Gaya Nusantara (GN), Yayasan Pelangi Kasih Nusantara (YPKN), dan Yayasan Srikandi Sejati (YSS).

Secara umum tujuan Program MSM ASA adalah mengurangi prevalensi HIV di antara populasi LSL di Indonesia. Tujuan ini diwujudkan dengan mendukung sejumlah sembilan LSM di Indonesia yang secara langsung bekerja untuk LSL, Termasuk gay, MSW (kucing), waria serta kliennya. Meskipun masing-masing IA mempunyai tujuan khusus yang beragam, tetapi ASA membantu organisasi tersebut melalui strategi umum yang sama, yaitu:

  1. Meningkatkan dan memepertahankan prilaku seks lebih aman serta prilaku sehat yang tepat melalui perubahan perilaku - behavior change communication (BCC).
  2. Meningkatkan akses terhadap sejumlah komoditas seperti kondom dan lubrikan dengan menjalin kerja sama dengan produser kondom, serta akses terhadap pelayanan dengan memabangun sistem referral untuk melayani IMS, VCT dan HIV positif, layanan support and treatment (CST).
  3. Menciptakan lingkungan yang mendukung bagi program perubahan prilaku lewat advokasi kepada pihak pemerintah dan kerja sama dengan organisasi sejenis.
  4. Menguatkan kapasitas IS untuk mengelola dan mengimplemetasikan program intervensi.
Kalender
S S R K J S M
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
bottom