Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
SPECTRUM Its Not about Self-Labelling

Pada Sabtu, 8 Mei 2021, WELCOME, salah satu komunitas Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya (FPUAJ) menggelar webinar untuk acara tahunan kedua dengan judul “SPECTRUM: It’s Not about Self-Labelling”. Webinar ini merupakan bagian dari acara tahunan WELCOME, di mana setiap tahunnya WELCOME memiliki acara rutin untuk mengadakan kegiatan mengedukasi dan mempromosikan tentang pentingnya kesadaran akan kesehatan mental. Tema self-diagnose sendiri diangkat karena melihat fenomena maraknya terjadi peristiwa-peristiwa diagnosis kesehatan mental sendiri yang dilakukan pada zaman ini.

 

Webinar ini diawali dengan kata sambutan hangat dari Felicia Athena, selaku ketua WELCOME periode 2020/2021 serta Fransisca Rosa Mira Lentari, M.Psi., Psikolog, selaku Kepala Bidang Kemahasiswaan FPUAJ. Narasumber dari webinar kali ini adalah dosen FPUAJ dan psikolog klinis, Dr. Zahrasari Lukita Dewi, M.Si., Psikolog dan juga influencer sekaligus promotor kesehatan mental, yaitu Ariel Tatum. Webinar ini juga dihadiri oleh Laurentius Sandi Witarso, M.Psi., Psikolog sebagai moderator. Webinar SPECTRUM memiliki tiga sesi besar, yaitu: Your Perspective, pemaparan materi mengenai self-diagnose oleh Dr. Zahrasari Lukita Dewi, M.Si., Psikolog, dan sesi sharing dengan Ariel Tatum mengenai kesehatan mental yang pernah dialaminya.

 

Hal baru dan menarik dari webinar ini adalah sesi Your Perspective, di mana sebelum pemaparan materi, para peserta berkesempatan untuk menyampaikan pendapat mereka mengenai tema webinar “self-diagnose”. Pendapat peserta diwakilkan oleh enam volunteers yang sudah dipilih terlebih dahulu sebelum webinar dimulai. Para volunteers merupakan mahasiswa-mahasiswa yang datang dari latar belakang fakultas dan universitas yang berbeda-beda. Tidak hanya volunteers, para peserta juga dilibatkan untuk berpendapat lewat polling dan kolom komentar. Sesi Your Perspective ini merupakan kegiatan baru dari WELCOME untuk membuat webinar menjadi lebih menarik dan interaktif.

 

Sesi pemaparan materi oleh Dr. Zahrasari Lukita Dewi, M.Si., Psikolog dibagi menjadi dua bagian, yaitu kesehatan mental dan self-diagnosis. Sesi ini dimulai dengan membahas definisi dari kesehatan mental. Dr. Zahrasari Lukita Dewi, M.Si., Psikolog mengutip WHO dalam mendefinisikan sehat mental, yaitu keadaan sejahtera dimana setiap individu menyadari potensi dirinya, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya. Seseorang yang sehat secara mental dapat didefinisikan sebagai lebih dari sekadar tidak adanya gangguan mental. Individu yang sehat mental memiliki kemampuan untuk menyesuaikan dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan masyarakat. Individu yang sehat mental juga memiliki kemauan untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi untuk mencapai kebahagiaan lewat pengetahuan dan perbuatannya. Dalam hal ini penting untuk diketahui bahwa pada dasarnya setiap individu memiliki potensi untuk sehat mental.

 

Dalam sesi ini, Dr. Zahrasari Lukita Dewi, M.Si., Psikolog mengajak kita untuk mampu membedakan antara gejala dan keluhan. Keluhan merupakan pernyataan, ungkapan, ekspresi subjektif individu bahwa situasi terasa tidak memuaskan atau tidak dapat diterima. Sedangkan gejala merupakan penyimpangan dari fungsi normal yang dianggap menunjukkan patologi dan dapat secara obyektif dilihat dan diukur. Dalam mendeteksi dini kesehatan mental, ada baiknya seseorang tidak langsung melakukan self-diagnosis namun memperhatikan 4D (deviant, distress, dysfunction dan danger) dari hal yang dirinya rasakan.

 

Self-diagnosis sendiri memiliki risiko dan bersifat berbahaya. Seperti berisiko salah dalam memilih sumber informasi yang tepat dan juga salah dalam melakukan penegakkan diagnosa. Selanjutnya, self-diagnosis juga dapat berpotensi membuat seseorang merasa stres dan cemas karena masalah yang dihadapinya tidak kunjung selesai. Sehingga ketika seseorang mengalami gejala, hal yang sebaiknya dilakukan adalah untuk menceritakan kepada orang terdekat, datang ke pihak profesional untuk menjalani konsultasi dan penanganan, serta mencari informasi dari sumber-sumber yang kredibel. Lalu, ada baiknya pula diagnosa dilakukan oleh profesional yang berada di bidang kesehatan mental, seperti psikolog dan psikiater.

 

Sesi berikutnya dibawakan oleh Ariel Tatum, selaku promotor kesehatan mental dalam media sosial. Dalam sesi ini, Ariel Tatum menceritakan mengenai pengalaman pribadinya terkait kesehatan mental. Ariel Tatum mengatakan bahwa dirinya memiliki pengalaman sebagai orang yang berjuang dengan kesehatan mental. Dari ceritanya tersebut, Ariel Tatum menjelaskan mengenai lika-liku kehidupannya demi mencapai kondisi yang lebih baik, mulai dari konseling, pengobatan, dan terapi. Di sini Ariel Tatum mengatakan bahwa dalam mencari pertolongan tidak selalu merupakan pengalaman yang baik. Terkadang seseorang dapat menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan dirinya ketika mendapatkan penanganan, seperti konselor yang kurang sesuai atau pengobatan yang cocok. Dengan demikian, Ariel Tatum mengatakan bahwa penting bagi kita untuk tidak menyerah dan terus mencari dalam perjalanan menuju kesehatan mental. Melalui pengalaman-pengalamannya tersebut, Ariel Tatum juga mendedikasikan wadah media sosialnya untuk memberikan edukasi kesehatan mental.

 

Sebelum acara berakhir, Ariel Tatum juga memberikan kesan dan pesannya sebagai narasumber dalam webinar SPECTRUM. Dirinya mengaku senang untuk dapat hadir dalam webinar UKM Atmajaya. Hal ini tidak terlepas dari pengalamannya yang pernah menjadi seorang mahasiswi dalam FPUAJ pada 2016. Ia berpendapat bahwa webinar kali ini seru dan menarik, karena adanya kegiatan-kegiatan seperti polling dan sharing, kemudian pemaparan materi yang dikemas secara ringan dan informatif sehingga menjadikan pengalaman webinar ini menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dirinya hadiri.

 

Penulis: Joy Latumahina (2018)

Editor: Gyshella Amanda M. (2018)

 

 

 
Kalender
S S R K J S M
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
bottom