Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Penyuluhan Sanitasi dan Komunitas Bakteri

Agustus 2019 silam, dosen Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya, yaitu Stephanie, M.Si. dan Diana Lestari, S.Gz., M.Si., melakukan penyuluhan mengenai kebersihan dan juga keberadaan bakteri/kuman yang dapat mengganggu kesehatan melalui edukasi mengenai “bakteri dan dampaknya bagi kesehatan” kepada warga desa Engguri dan desa Balai Sebut, Kabupaten Sangau, Kalimantan Barat. Kedua desa ini dapat ditempuh melalui jalan darat selama 6 jam. Di kedua desa, perilaku hidup bersih dan pendidikan anak belum menjadi prioritas utama. Anak dibiarkan bermain di luar rumah, terkadang diajak bekerja di ladang, orang tua tidak mengawasi tempat anak bermain, apa yang dimainkan, dan apa yang dimakan oleh anak. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pengetahuan mengenai jenis-jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit penting bagi orang tua untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pola hidup bersih dan sehat bagi keluarga sehingga kesehatan dan pertumbuhan anak dapat optimal. Penyuluhan sesi pertama diberikan di PAUD desa Engguri pada tanggal 9 Agustus 2019 (Gambar 1). Pada sesi ini, orang tua dan murid PAUD diperkenalkan pada istilah bakteri, jenis-jenis bakteri serta dampak positif dan negatif bakteri bagi kehidupan. Sebanyak 12 anak diminta sebagai sukarelawan untuk menempelkan jari-jari tangan mereka pada media agar pertumbuhan bakteri. Sebanyak 6 orang anak dari mereka diminta mencuci tangan mereka dengan cara yang mereka tau menggunakan sabun dan air mengalir. Setelah cuci tangan, 6 anak ini kembali menempelkan jari-jari mereka yang sudah bersih pada media agar.

Sesi kedua dilakukan di PAUD desa Balai Sebut pada tanggal 10 Agustus 2019 (Gambar 1). Peserta yang hadir sama dengan peserta yang hadir di PAUD desa Engguri. Ibu-ibu dan anak-anak diperlihatkan media agar yang berisi bakteri tangan yang sudah tumbuh (Gambar 2). Pemateri menjelaskan ragam bakteri pada kulit manusia serta perbedaan bakteri yang berada pada tangan sebelum dan setelah dicuci. Setelah peserta melihat sendiri bakteri yang ada, penyuluhan dilanjutkan kepada ibu-ibu dengan topik pengolahan makanan yang baik dan benar untuk membunuh bakteri kontaminan makanan. Penyuluhan juga diberikan kepada anak-anak mengenai cara mencuci tangan yang baik dan benar untuk menghilangkan bakteri patogen pada tangan, dilanjutkan dengan setiap anak melakukan praktik mencuci tangan dengan langkah-langkah yang sudah diajarkan. Praktik mencuci tangan dibantu oleh guru-guru PAUD setempat (Gambar 3).

Secara keseluruhan, para peserta sangat antusias menerima materi yang diberikan, baik anak-anak maupun para ibu (Gambar 4). Hal tersebut terlihat pada saat praktik menempelkan jari tangan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan bermanfaat bagi para peserta karena dapat menambah pengetahuan mengenai bakteri dan perannya bagi kehidupan.

1

Gambar 1 Penyampaian materi oleh pembicara.
2a

2b

Gambar 2 Bakteri dari tangan setelah memegang uang lusuh sebagai sumber mikroorganisme (kiri) dan setelah dicuci dengan sabun (kanan)

3

Gambar 3 Praktik mencuci tangan dibantu oleh guru PAUD.

4a

4b

Gambar 4 Foto bersama setelah sesi di desa Engguri (atas) dan desa Balai Sebut (bawah).

Kalender
S S R K J S M
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30  
bottom