Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Unika Atma Jaya Berikan Bantuan 5,1 Miliar kepada Mahasiswa

Jakarta, 4 Mei 2020 - Pandemi Covid-19 yang sudah menjadi wabah global menyerang semua sektor dan industri termasuk perguruan tinggi.  Di saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagian besar masyarakat tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi yang berakibat pada berkurangnya pendapatan atau sama sekali tidak ada pendapatan.

 

Menyikapi hal tersebut Rektor Unika Atma Jaya (UAJ) setelah melalui rapat koordinasi pimpinan dan Yayasan memutuskan untuk memberikan bantuan keringanan biaya kuliah.  Melalui SK Nomor 0957/II/SK-KU.20.02/04/2020 disebutkan nilai bantuan mahasiswa adalah Rp 500.000 tiap mahasiswa untuk semester gasal 2020/2021, artinya total bantuan yang diberikan senilai 5,1 Miliar.

 

“Pandemi ini mengguncang semua sektor, ini adalah inisiatif kami untuk dapat membantu meringankan beban keuangan mahasiswa.  Selain potongan uang kuliah ini, sejak bulan Maret 2020 kami sudah memberikan bantuan beasiswa khusus bagi mahasiswa yang terdampak pandemik Covid-19.  Inisiatif ini merupakan refleksi kami berbarengan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei lalu” ujar Dr.A.Prasetyantoko, Rektor Unika Atma Jaya.

 

Peringati Hardiknas rilis mini survei mutu dan implementasi Belajar Online

 

Selain itu, sebagai bentuk memaknai Hari Pendidikan Nasional maka dua orang peneliti UAJ yaitu Wahyuni Inderawati dan Elisabeth Rukmini meluncurkan hasil mini survei mengenai Belajar Daring ditengah Pandemi Covid-19.  Tujuan survei ini untuk mengetahui pendapat para pelaku belajar online di perguruan tinggi Indonesia.  Mereka adalah mahasiswa, pengambil kebijakan, dosen dan unit pendukung.  Survei ini diisi oleh 682 responden, 71% adalah responden mahasiswa dan 16 % responden dosen dengan metode survei online dan periode pengisian 13-30 April 2020.  61 % berdomisili di Jabodetabek sisanya Kalimantan, Sumatera, DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi, Papua, dan Maluku.

 

Mengenai mutu dan praktik baik, mayoritas responden setuju dan sangat setuju untuk lebih 51 persen bahkan 75-100 persen mata kuliah yang diubah menjadi learning management system. Sementara itu terkait mutu masih terdapat responden yang menyatakan 10% saja yang mutunya lebih baik dari kelas biasa. “ Ini wajar karena online learning menjadi habitus baru pasti butuh penyesuaian untuk menjadikannya lebih baik dan efektif. Sisi baiknya learning objectives tercapai walaupun masih ada poin yang rendah” ujar peneliti pertama Wahyuni Inderawati, pengajar fakultas teknik UAJ.

 

Menurut responden yang perlu diperbaiki dalam online learning ini adalah terkait : internet, kuota, jaringan, materi, dosen yang mumpuni, dan pendekatan dengan mahasiswa.  Ini tentunya melibatkan semua pihak bukan hanya internal perguruan tinggi saja.

 

Elisabeth Rukmini pengajar prodi farmasi, peneliti kedua menambahkan “responden menyatakan hal positif yang mereka terima selama online learning adalah belajar kemandirian, multitasking, sikap siap sedia, bijaksana dan responsif serta online learning sebagai kemudahan belajar mahasiswa.

 

Secara umum, temuan dari mini survei ini menyatakan online learning sudah membentuk habitus baik, yang terekam sebagai empat  praktik baik yaitu keputusan yang tepat oleh pimpinan perguruan tinggi, pemberdayaan fasilitas, perubahan paradigma dalam teaching dan learning serta upaya standarisasi yang sebenarnya sudah dimiliki perguruan tinggi Indonesia.   Untuk itu perlu  peningkatan dan evaluasi  yaitu dengan pemantauan dengan mekanisme yang terstandar. 

 

Temuan kami ini memperlihatkan bahwa blended learning adalah yang paling mengikuti kultur belajar kita, misal blended learning dengan praktik laboratorium di kampus untuk prodi sains seperti Teknik dan teknobiologi tambah Elisabeth Rukmini

 

Rekomendasi peneliti terkait aksi mendatang untuk pelaksanaan online learning maka kami merekomendasikan untuk 1.  Membekali dosen dengan keterampilan pendekatan pembelajaran 2. Membekali dosen dengan kecakapan teknis penggunaan fasilitas online learning 3. Memperbaiki fasilitas online learning.  Hasil paparan dapat disimak pada tautan berikut https://www.youtube.com/watch?v=6j6USgZSpv0

Kalender
S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
bottom