Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Deteksi Dini Covid-19 dengan Rapid Test dan Swab Test

Di tengah pandemi covid-19, kita perlu belajar untuk memahami dan mendeteksi virus corona itu sendiri. Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya pun berkontribusi dengan menyelenggarakan webinar “Deteksi Dini Covid: Rapid Test dan Swab Test” pada Selasa, 12 Mei 2020. Adapun ahli dari Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya yang diundang menjadi narasumber yaitu Prof. Diana Waturangi dan Dr. Irvan Faizal, M. Eng. Webinar ini membahas bagaimana cara kerja Swab Test dan Rapid Test guna mengetahui seseorang yang positif Covid-19.

 

Ketika seseorang terkena Covid-19, maka tubuh akan mengeluarkan respon imun atau biasa disebut antibodi. Jangka waktu pembentukan antibodi ini sendiri terjadi selama 1-14 hari. Dr. Irvan menjelaskan cara kerja rapid test dimana sampelnya diambil dari dari darah. Jika seseorang yang terinfeksi Covid-19 maka dalam darahnya akan ada antibodi yang dihasilkan dari sel darah putih yang mengikat virus SARS COV-2. Kalau antibodi cukup maka virus tidak akan berkembang lebih lanjut dalam tubuh kita. Namun apabila imun tersebut berkurang atau tidak cukup maka bisa terinfeksi virus dan terindikasi positif melalui rapid test. Tes ini merupakan tahap awal mendiagnosa seseorang terinfeksi Covid-19 dan nantinya akan dilanjutkan ke tahap swab test.

 

Rapid Test

 

“Prinsipnya, dapat diartikan pula bahwa rapid test merupakan alat yang mendeteksi keberadaan antibodi saat ada benda asing (virus corona) masuk ke dalam tubuh manusia,” ungkap Prof. Diana Waturangi. Ketika di test dan mendapatkan hasil negatif maka belum tentu negatif tetapi jika mendapatkan hasil positif maka akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu swab test.

 

Setelah rapid test, dilakukan swab test yang merupakan konfirmasi hasil dari rapid test. Jika rapid test mendeteksi keberadaan antibodi maka swab test mendeteksi bahan genetik dari virus corona. Jadi rapid test melihat bagaimana virus tersebut dalam tubuh melalui bahan genetiknya. Test ini menggunakan sampel yang diambil dengan menggunakan alat seperti cotton bud sepanjang 15 cm lalu dimasukkan, diputar ke bagian nasofaring lalu diambil dan diletakkan di tempat yang steril untuk diperiksa di tes secara molekuler.

 

Swab Test

 

Sesudah sampel diambil dibawa ke laboratorium yang direferensikan, akan dilakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction). PCR sendiri merupakan alat yang dapat memperbanyak materi genetik dari virus SARS COV-2. Tujuan dari diperbanyak materi genetik virus ini supaya bisa dideteksi secara akurat baru kemudian dilihat hasilnya positif atau negatif. “Teknik ini bermanfaat untuk mendeteksi virus dalam jumlah yang sangat rendah dari sampel karena dalam beberapa jam virus bisa digandakan dan kita bisa melihat hasil yang lebih akurat. Tidak semua bagian dari virus yang bisa dideteksi tapi tentu bagian-bagian yang spesifik yang bisa membedakan dari virus yang lain yaitu virus SARS COV-2,” jelas Prof Diana.

 

Setelah mengetahui bagaimana perbedaan antara rapid test dan swab test, maka ditunjukkan bagaimana perlunya langkah rapid test terlebih dahulu untuk mendeteksi virus SARS COV-2 dalam tubuh. Hal ini dikarenakan agar kita mampu mendeteksi virus tersebut lebih cepat dan selanjutnya dapat ditangani dan dirujuk untuk melakukan swab test dilanjutkan dengan deteksi molekuler sesuai dengan rujukan negara masing-masing. Maka, perlu dilakukan pemeriksaan gejala sejak awal. Kenali dulu gejalanya agar mampu mendeteksi virus corona sejak dini guna memastikan bagaimana treatment lanjutan 

Kalender
S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
bottom