Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Unika Atma Jaya Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Pastor dan Pendamping se-Asia

Jakarta, 3 Juli 2019 – Kampus 3 BSD Unika Atma Jaya diramaikan dengan kehadiran beberapa orang dengan collar putih yang terlihat bercengkrama akrab akrab dengan beberapa muda-mudi pada Senin (1/7). Beberapa suster juga terlihat menikmati pagi di kampus BSD yang hari itu lenggang dari kesibukan perkuliahan biasanya.  Walau begitu, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Campus Ministry Unika Atma Jaya terlihat sibuk untuk mempersiapan misa dan seremoni pembukaan kegiatan Youth Catholic Students (YCS).

 

Mahasiswi Psikologi Unika Atma Jaya membawakan Tari Piring dalam seremoni pembukaan The 7th Chaplain and Animator Formation and Exchange (CAFE) Program

 

Sejumlah orang muda katolik dari penjuru Asia, Para Pastor (Chaplain) dan Pendamping (Animator) yang tergabung dalam gerakan Youth Catholic Students se-Asia hadir berkumpul di Indonesia untuk menghadiri pertemuan para pendamping tingkat Asia, yaitu The 7th Chaplain and Animator Formation and Exchange (CAFE) Program. Kegitan ini merupakan wadah pertemuan, pelatihan kepemimpinan serta pembimbingan bagi orang muda katolik, Pastor dan Pendamping yang diharapkan dapat membawa pengaruh dan perubahan menuju kondisi yang lebih baik di manapun mereka hadir.

 

Sebenarnya, kegiatan CAFE merupakan kawan lama bagi umat katolik dan Indonesia sendiri, mengingat kegiatan ini pertama kali terbentuk hamper 20 tahun lalu di Bandung pada tahun 1991. Maka terasa amat membanggakan bagi Unika Atma Jaya mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan internasional ini.

 

Mgr Pius Riana Prapdi, ketua Komisi Kepemudaan KWI dan sekaligus Uskup Keuskupan Ketapang, yang turut hadir pada seremoni acara pembukaan ini mengungkapan bahwa ini merupakan momen yang tepat bagi orang muda Indonesia untuk membangun solidaritas dan mengingat kembali bahwa ada begitu banyak orang-orang muda yang kurang mendapat kesempatan. Beliau mengingatkan perkataan Paus Benediktus XVI bahwa banyak orang muda dalam kondisi NEET: Not Employed, Not Educated and Not Trained.

 

(kiri-kanan) Rektor Unika Atma Jaya, Dr. Agustinus Prasetyantoko, Mgr Pius Riana Prapdi, Fr. Charles Menezes

 

“Gereja itu tidak ada kalau tidak ada orang muda. Gereja juga akan berkembang kalau orang-orang muda, terutama yang mempunyai kesempatan untuk mengeyam pendidikan sebagai student atau mahasiswa. Itu mempunyai kekuatan untuk saling bersinergi sehingga ketika bersinergi dan masuk dalam gerakan international seperti ini maka gereja sksn sungguh hidup,”

 

Youth Catholic Students (YCS) sendiri merupakan gerakan bagi orang muda Katolik untuk menjadi pemimpin yang peduli pada kaum miskin dan lemah, lalu bertransformasi membangun solidaritas, keadilan, dan perdamaian dunia. Gerakan yang berpusat di Paris ini telah berdiri dari sejak 1920 dengan menghidupi nilai See, Judge, Act oleh Joseph Cardinal Cardijn dari Leuven, Belgia. Sampai saat ini anggotanya ada sekitar 87 negara salah satunya Indonesia.

 

Di Indonesia, gerakan YCS berada dibawah naungan Komisi Kepemudaan KWI, yang kemudian bekerja sama dengan Unika Atma Jaya, melalui Campus Ministry untuk implementasi gerakan pertamanya.

 

Fr. Charles Menezes mempin misa seremoni acara pertemuan The 7th Chaplain and Animator Formation and Exchange (CAFE) Program (Senin, 1/7)

 

Pada kesempatan yang sama, Fr Charles Menezes, International Chaplain, ia mengungkaoan kebahagiaannya dapat berkumpul bersama saudara-saudari lintas Asia untuk bersama membimbing orang muda menjadi generasi masa depan yang bermartabat. Pastor yang berasal dari India ini mengatakan bahwa,

 

"As young people, they need to be guided, helped and sponsored by people. This a very nice occasion where YCS Asia has organized this program and Atma Jaya sponsoring the event. That means Atma Jaya having a clear vision of preparing young people for tomorrow, for the church, and for the society," tuturnya.

 

Kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan terhitung sejak 30 Juni hingga 6 Juli 2019 mendatang. Selama mengikuti rangkaian kegiatan, para peserta menempati Dormitori Unika Atma Jaya yang telah rampung pada awal Juni lalu dan kini telah siap untuk dihuni oleh mahasiswa pada awal semester mendatang.

 

Foto Bersama semua peserta The 7th Chaplain and Animator Formation and Exchange (CAFE) Program

 

Peringatan Misa Raya 30 Tahun Paus Yohanes Paulus II

 

Pada kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Indonesia tahun 1989 lalu, Sri Paus sempat mengadakan pertemuan khusus dengan kaum umum dan cendikiawan di Unika Atma Jaya (12/10). Pada kesempatan itu pula Sri Paus memberkati dan meresmikan Gedung Karol Wojtyla, yang hingga kini menjadi ikon Kampus 1 Semanggi Unika Atma Jaya.

 

Tepat 30 tahun berselang, Unika Atma Jaya hendak mengenang kembaliTahun ini Unika Atma Jaya hendak mengenang kembali momen bersejarah itu bagi institusi pendidikan yang tahun ini genap berusia 59 tahun ini.

 

Sebagai Paus yang dikenal dengan kedekatannya dengan orang muda serta pencetus adanya World Youth Day, Mgr. Riana berujar bahwa momen ini menjadi cara untuk memberi kesempatan atau mengundang orang muda untuk mengembangkan diri, untuk terlibat dan untuk gereja. Menurutnya, orang muda merupakan gereja masa kini dan sekaligus masa depan.

 

“Dalam peringatan 30 tahun kunjungan Paus Yohanes Paulus ke 2 ke Atma Jaya ini harapan saya Atma Jaya juga menghidupkan spirit atau men-degupkan lagi jantung perjumpaan itu, semangat orang muda itu, bahwa orang muda unsur konstitutif bagi gereja,” ujarnya. (HCR)

Kalender
S S R K J S M
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31
bottom