Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Tanamkan Nilai Kepedulian Sosial Mahasiswa Melalui Live In di Desa Ponggang

Sejumlah mahasiswa FT UAJ dan NUS berdialog dengan salah satu sesepuh Desa Ponggang

 

Jakarta, 8 Juli 2019 – Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya bersama mahasiswa National University of Singapore (NUS) melakukan Program Community Service di Desa Ponggang Subang pada tanggal 2 sampai 14 Juli 2019.

 

Desa Ponggang merupakan desa binaan Fakultas Teknik Unika Atma Jaya yang sering dikunjungi untuk mengimplementasikan ilmu dan karya mahasiswa dalam membangun desa. Program Community Service didampingi oleh Enny Widawati, selaku dosen sekaligus penggagas program ini.

 

Berawal dari kegiatan pengabdian masyarakat dosen Fakultas Teknik, kemudian berlanjut melibatkan beberapa mahasiswa Fakultas Teknik untuk tinggal selama sekitar seminggu di rumah penduduk Desa Ponggang.

 

“Dulu pada tahun 2013, awalnya kami membuat alat penepung pisang dan pengolah gabah, kemudian berlanjut membuat pompa hidram untuk memasok air sebagai kebutuhan warga sini. Karena pada waktu itu, untuk mengambil air harus turun menuju sumber air dengan jalan yang cukur terjal. Sekarang dengan adanya pompa itu jadi lebih mudah,” tutur Enny.

 

Pompa Hidram yang dibuat mahasiswa FT UAJ

 

Tidak hanya itu, mahasiswa juga turut serta dalam membangun fasilitas desa seperti jembatan sebagai akses menuju sawah, kamar mandi, tempat penampungan air, serta lampu jalan bagi warga Desa ponggang. Di lain hal, program pengabdian masyarakat ini bukan hanya sekedar membangun fasilitas desa, tetapi juga mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi warga. Hal ini dioptimalkan dengan adanya produksi makanan ‘Opak Singkong Pongs’ sebagai salah satu ikon Desa Ponggang. Selain itu, warga juga memproduksi Mini Bites Rengginang dan Sambal “Ema”.

 

“Disini kami membangun desa tetapi tetap memperhatikan bagaimana kebutuhan ekonomi warga terpenuhi. Kami mulai memproduksi berbagai produk untuk kemudian dijual dan hasilnya digunakan untuk kepentingan desa. Selain itu, kami juga mengajarkan pembukuan agar setiap uang yang dihasilkan dapat ter-manage dengan baik,” jelas Enny.

 

Sebagai perwakilan dari Desa Ponggang, Iwa atau biasa dipanggi Kang Iwa menyambut baik upaya-upaya yang dilakukan oleh Fakultas Teknik Unika Atma Jaya. Dengan adanya program ini, warga merasa sangat terbantu dalam berbagai hal.

 

“Tentunya kami disini sangat terbantu dengan rekan-rekan dari Unika Atma Jaya, warga bisa merasakan mudahnya mendapatkan air, MCK di tempat yang layak, dan memperoleh penghasilan dari produk yang dibuat,” tutur Kang Iwa.

 

Mahasiswa bercengkrama satu sama lain di rumah salah satu penduduk Desa Ponggang

 

Kang Iwa juga mengatakan, melalui program ini mahasiswa juga dapat memahami makna kehidupan antar masyarakat desa dan perkotaan. “Selain membangun fasilitas desa, proses penting lainnya adalah pembelajaran hidup bagi para orang muda. Mereka di sini, diajak untuk berkomunikasi, dan berinteraksi dengan warga sekitar, serta menyadari mengapa mereka hadir. Sehingga, mereka pun tergerak untuk berbuat sesuatu,” jelas Kang Iwa.

 

Melalui program ini diharapkan menimbulkan suatu transformasi kehidupan yang lebih baik bagi warga Desa Ponggang. Dilain hal, memberikan pemaknaan akan pelajaran hidup bagi mahasiswa Fakultas Teknik Unika Atma Jaya. Semoga ke depannya, Unika Atma Jaya dapat terus berkontribusi bagi desa-desa lain di Indonesia. (CTF)

 

 

Foto bersama dengan Bupati Subang H Ruhimat

Kalender
S S R K J S M
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31
bottom