Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 
Mengenal Sosok Wamen ATR, Surya Tjandra: Diawali dari Niat Baik untuk Melakukan yang Terbaik

 

Surya Tjandra, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (Wamen ATR)

 

Menjadi seorang Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) merupakan hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Surya Tjandra. Berawal dari pekerjaannya yaitu seorang pengacara, sampai menjadi salah satu dosen di Fakultas Hukum Unika Atma Jaya, bekerja di Lembaga Bantuan Hukum (LBH), serta mendirikan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) membuat Presiden Jokowi memberikan kesempatan kepada beliau untuk menjalankan amanah rakyat khususnya dalam menyelesaikan konflik agraria.

 

Berasal dari keluarga yang kurang berkecukupan dan pengalaman hidup pribadi menjadi dorongan utama anak keenam dari tujuh bersaudara ini membuat dirinya bekerja keras berjuang di tengah keadaan yang tidak mudah untuk dihadapi. Menjadi pribadi yang tangguh dan berdedikasi tinggi bagi rakyat membuat dirinya dipilih sebagai eksekutor untuk menyelesaikan konflik agraria.

 

Ketika ditanya oleh Presiden Jokowi mengenai kesanggupannya mengemban tugas sebagai Wamen ATR, dengan lantang Surya Tjandra menjawab siap akan semua tugas yang diberikan. Konflik perburuhan bukan lah sesuatu yang asing dimata beliau karena pekerjaan serta mimpinya yang selalu berkaitan dengan membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat miskin. Beliau yakin bahwa dirinya datang dan bekerja untuk mewakili wajah masyarakat miskin yang membutuhkan kesejahteraan hidup.

 

Adapun tugas utama Surya sebagai Wamen ATR yaitu membantu Sofyan Djalil (Menteri ATR) dalam mencari penyelesaian konflik agraria khususnya program redistribusi tanah. Di mana dalam program ini, masyarakat yang tidak mempunyai tanah akan diberikan lahan agar mampu meningkatkan kesejahteraan hidup dengan memanfaatkan lahan tersebut secara produktif dan efektif.

 

Menjadi Wamen ATR pun tak terlepas dari pilihan Surya untuk terjun ke dunia politik. Adanya kekhawatiran dengan masa depan negara akibat polarisasi yang terjadi saat pemilu 2014 maupun 2019 membuat rakyat menjadi terbelah dua. Hal ini tentu tidak menggembirakan. Oleh karena itu, beliau mau berkumpul dengan teman-teman yang satu visi misi dan mimpi untuk menyatukan rakyat dengan masuk ke partai politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Beliau ingin menjadi penyeimbang dengan terlibat dalam sistem pemerintahan. Tidak hanya berada di luar sistem melainkan masuk dan memperbaikinya yang didasarkan pada konsistensi dan keberanian.

 

Tak ada beban yang dirasakan ketika menerima pekerjaan ini. “Membayangkan bisa punya kesempatan memberikan sedikit apresiasi kepada rakyat miskin yang tidak punya tanah menjadi hal utama yang dapat saya berikan. Karena ingat juga dulu digusur rumahnya,” jelas Surya. Dengan melakukan yang terbaik, merasa cukup dengan apa yang dimiliki, dan terus konsisten mencapai tujuan menjadi landasan hidup beliau. Karena itulah beliau merasa siap menjalankan tugas ini. Semua siap dilakukan dengan sikap lebih sabar dan lebih menghargai rakyat.

 

Di balik perjuangan Surya Tjandra, terdapat sosok sang ibu yang ternyata berperan besar memberikan motivasi dalam segala hal yang dipilihnya. Sosok ibu bagi Surya merupakan pribadi yang selalu menemaninya dalam segala proses hidup. Beliau selalu diberikan kesempatan untuk memutuskan sendiri arah hidupnya. Surya pun selalu menyerap ilmu-ilmu yang diberikan kakak-kakaknya. Dari situ lah beliau dibentuk menjadi seorang yang mau berjuang di tengah keterbatasan, belajar dari manapun dan siapapun, serta selalu memberikan yang terbaik bagi pihak yang membutuhkan bantuan.

 

Kecukupan yang selalu dirasakan diri beliau di tengah keterbatasan finansial dan fisik membuat beliau mampu mengikuti mimpi-mimpinya dalam membantu rakyat. Menjadi Wamen ATR pun memberikan kesempatan bagi Surya untuk bekerja bagi rakyat dan mau belajar dari siapa pun. Adapun kata-kata yang selalu diingat Surya dalam menjalani tugasnya yaitu niat yang baik belajar dari segala hal sehingga mampu melakukan yang terbaik di mana pun sebisa kita. Niat baik akan menuntun setiap orang untuk terus belajar. Dengan mengikuti kata hati maka segala hal bisa dipelajari.

 

Tak lupa Surya memberikan pesan bagi para mahasiswa Unika Atma Jaya untuk tahu mengenai agraria dan tata ruang. “Semua manusia itu berhubungan dengan tanah. Daratannya memang terbatas namun orangnya terus bertambah. Perlu strategi yang tepat dari kebijakan serta praktik-praktik untuk memanfaatkan tanah tersebut sehingga manusia bisa terus berkelanjutan. Perlu adanya kepedulian dari pihak mana pun. Mahasiswa punya peran menjadi sarana aspirasi rakyat dengan menyadari permasalahan lingkungan kita,” ungkap beliau. (RD)

Kalender
S S R K J S M
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
bottom