Atma Jaya

Awards
Tagline


ENG | IND
 

Home » Unit » Info Unit

Sejarah Pastoran Unika Atma Jaya

 1.      LATAR BELAKANG

Saat ini Pastoran Atma Jaya, telah berkembang pesat berkat kerja keras, pengorbanan, dedikasi para pendahulu dalam reksa pastoral kerohanian di Unika Atma Jaya. Karya pastoral ditunjang dengan pelbagai sarana dan prasarana kerohanian yang dipercayakan Universitas untuk dikelola PAJ seperti Kapel St. Albertus Magnus (Gdg B, lt. 13), Gua Maria Immaculata (semanggi), Kapel Bunda Maria Selalu Menolong (FK Pluit), Gua Maria RSAJ, Patung Hati Kudus Yesus RSAJ, ruang kerja pastor, ruang pastoran mahasiswa dan Sekretariat Pastoran. Perhatian serius dari pimpinan Yayasan dan Universitas memungkinkan kemajuan pesat PAJ. Hingga saat ini, PAJ St. Albertus Magnus memiliki karya pelayanan di ranah mahasiswa dan karyawan dilengkapi dengan Biro Konseling Pastoral.

 

Roh Kerasulan Awam

Menilik sejenak perjalanan karya pastoral di Unika Atma Jaya, menghantar pada sebuah kesimpulan bahwa kerasulan awam (mahasiswa, karyawan) menjadi yang terdepan. Sebelum Uskup Agung Jakarta secara formal mengutus Imam sebagai tenaga tidak tetap dan tenaga tetap, gelora pastoral sudah menggelombang di Unika Atma Jaya. Hal ini tampak secara terang benderang dalam sejarah pendirian Unika Atma Jaya. Bagaimana para tokoh intelektual awam muda dengan tekad “untuk Tuhan dan Tanah Air” bahu-membahu membangun sebuah universitas. Sebelum kesadaran kerasulan awam digemakan dalam Konsili Vatikan II, para tokoh awam muda tersebut telah menjalani dan menghayatinya. Semangat yang sama menghembusi para mahasiswa, karyawan dan dosen saat itu untuk memberi perhatian dalam hidup kerohanian sebagai sebuah Universitas Katolik. Tercatat pada dekade awal Unika Atma Jaya, Dewan Mahasiswa bersama pimpinan jalur kemahasiswaan telah menjalankan kegiatan-kegiatan kerohanian rutin. Pada tahun 1980, karya pastoral sudah menemukan bentuk dan arah pelayanan. Dalam konteks pengembangan kesejahteraan rohani mahasiwa, Pastoran Mahasiswa memegang peranan penting. Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Pastoran Mahasiswa yakni rekoleksi, retret, pendalaman KS, diskusi, seminar, penerbitan majalah REL. Bahkan pada tahun 1987, Uskup Agung Jakarta Alm. Mgr Leo Soekoto, SJ bersedia memimpin retret mahasiswa katolik Atma Jaya di Cimahi, Bandung. Dalam perjalanan waktu, Pastoran Mahasiswa berganti nama menjadi Pusat Pelayanan Pastoran Atma Jaya, Pastoran Atma Jaya, Paroki Mahasiswa, Pastoral Mahasiswa dan kembali lagi menggunakan istilah Pastoran Atma Jaya. Kesadaran mengembangkan karya pastoral sebagai unsur konsitutif sebuah Universitas Katolik telah mendorong para aktifis mahasiswa, para dosen pendamping dan para karyawan simpatisan menjalankan reksa pastoral di Unika Atma Jaya.  Sebagaimana ditegaskan dalam Konstitusi Apostolik “Ex Corde Ecclesiae” bahwa pelayanan pastoral merupakan aktifitas Universitas yang bertujuan memberikan kesempatan kepada para anggota komunitas Universitas untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip moral dan religious dengan studi akademik dan aktifitas non akademik. Pelayanan pastoral merupakan misi Gereja dalam Universitas dan merupakan unsur konstitutif dari Universitas Katolik itu sendiri baik dalam strukturnya maupun dalam hidupnya.

 

Para Pastor Atma Jaya

Jauh masa sebelum beberapa pastor diangkat tetap sebagai tenaga purna waktu bagi karya pastoral di Unika Atma Jaya, telah ada beberapa pastor yang mendampingi gerak pastoral di Unika Atma Jaya. Sekitar tahun 1980, Unika Atma Jaya hanya memiliki Pusat Pelayanan pastoral Atma Jaya dan belum memiliki tempat permanen. Pastor pendamping tetap belum ada saat itu. Namun saat itu telah ada para pastor pendamping tidak tetap yakni P. J. Tarigan, Pr, P. Subroto Widjaja, SJ, P. Sudarmono, SJ, P. FX Pranataseputra, Pr (RIP).  Seiring dengan perjalanan waktu, Unika membangun gedung Karol Wotjla (Gdg B) dimana lt 13 digunakan sebagai Kapel St. Albertus Magnus. Pastoran mendapat tempat berupa ruang kerja pastor dan secretariat pastoran di gedung D. Pusat Pelayanan Pastoral diubah nama menjadi Paroki kategorial Unika Atma Jaya. Pada tanggal 24 Agustus 1992 Uskup Agung Jakarta, Alm. Mgr Leo Soekoto, SJ menunjuk tenaga pastor tetap yang pertama yakni Alm. Rm. A. Krismanto Pr. Setelah meninggal dunia akibat kecelakaan mobil, Rm. A. Krismanto, Pr digantikan oleh Rm. A. Susilo Wijoyo, Pr (1997-2000), kemudian Rm H. Sridanto, Pr (2000-2008), Rm. V. Adi Prasojo, Pr (2008-2011) dan saat ini Uskup Agung Jakarta mengutus Rm. B. Hardijantan Dermawan, Pr (2011 - sekarang) menjadi Pastor Atma Jaya. Pada tanggal 25 November 1992 ditetapkan St. Albertus Magnus sebagai pelindung PAJ. Untuk membantu karya pelayanan pastor Atma Jaya, Uskup Agung Jakarta mengangkat para prodiakon/nes. Para prodiakon dan prodiakones diangkat oleh Uskup Agung Jakarta untuk karya pelayanan sabda, memimpin ibadat-ibadat serta membagi Komuni Kudus bagi segenap civitas akademika Unika Atma Jaya. Selain itu terdapat pula Komunitas Basis (KOMBAS) Awam untuk para dosen dan Komunitas Basis (KOMBAS) Religius sebagai wadah bagi para Pastor, Frater, Bruder dan Suster yang kuliah di Atma Jaya agar terpelihara Iman dan panggilan hidupnya di tengah-tengah kehidupan kampus yang penuh dengan godaan duniawi.

 

PAJ menatap masa depan melayani Tuhan dan sesama

Pastoran Atma Jaya sebagai unsur konstitutif dalam Unika Atma Jaya sedang menata diri secara internal dan eksternal. Secara eksternal, Pastoran Atma jaya sejak sekitar tahun 2006 mejadi unit pelayanan tersendiri dalam Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Jakarta (PMKAJ). Setelah sebelumnya menjadi bagian dari PMKAJ Unit Tengah, pimpinan gereja KAJ semakin melihat pentingnya pemberdayaan pastoral di Unika Atma Jaya karenanya PAJ menjadi Unit yang sejajar dengan PMKAJ Unit Tengah, Unit Barat, Unit Timur dan Unit Selatan. Kepercayaan yang diberikan pimpinan gereja KAJ kepada Unika Atma Jaya menantang PAJ dan pelbagai pihak untuk semakin menampilkan periaku hidup integral antara iman dan ilmu, moralitas dan religiositas dengan keilmuan. Disadari peran penting Unika Atma Jaya sebagai kawah candradimuka tokoh-tokoh awam gereja dan masyarakat masa depan. Disamping Unika Atma Jaya meningkatkan kualitas dan mutunya agar semakin kompetitif dalam ranah nasional maupun internasional, pembinaan kaderisasi mahasiswa yang massif, simultan dan berkesinambungan menjadi sumbangan terbesar Unika Atma Jaya bagi Gereja, masyarakat dan bangsa.

 

Secara internal, Pastoran Atma Jaya semakin ditantang untuk berdaya pikat, berkualitas dalam pelayanan dan senantiasa menghadirkan kasih pelayanan Yesus Kristus sendiri. Kadang kala, PAJ hanya dipandang sebagai pastoral untuk mahasiswa belaka, padahal PAJ juga mencakup pastoral bagi karyawan non akademik dan akademik dalam wadah PAJ Perwakilan Karyawan (saat ini koordinator Ibu M.M. Wahyuni Inderawati dari FT). Peningkatan kualitas pelayanan seiring dengan pembenahan struktrur pelayanan yang sedang diusahakan oleh Pastor Atma Jaya saat ini. Simultanisasi karya pelayanan PAJ Mahasiswa dengan PAJ Perwakilan Karyawan serta Biro Konseling Pastoral (dibawah kepemimpinan Ibu Engelina Bonang) menuntut struktur yang sejalan dengan struktur besar Unika Atma Jaya. Semoga dengan semangat syukur Dies Natalis UAJ ke 54, PAJ melakukan pembenahan berdasarkan evaluasi serta refleksi bersama demi peningkatan mutu pelayanan pastoral agar semakin sempurna dengan belajar dari Kristus Tuhan Sang Gembala Baik. Dengan semboyan PAJ: “Cum Amore Et Scientia Serviamus Homines”, segenap insan PAJ melayani Tuhan dan sesama.

Kalender
S S R K J S M
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28      
bottom