EN | ID
 
Asah Kemampuan Public Speaking bersama Li Ren Kaplan

"While presenting the public speaking materials, you are allowed to make mistakes. Just admit your mistakes and correct it."

 

Jakarta, 10 Maret 2017 – Kemampuan akan public speaking telah menjadi kebutuhan setiap orang. Penguasaan akan public speaking merupakan skill penting yang harus dimiliki oleh para generasi muda, khususnya para mahasiswa yang nantinya akan memasuki dunia kerja. Saat ini banyak perusahaan yang menjadikan kemampuan public speaking sebagai kriteria tertinggi dalam menilai calon pelamar kerja di perusahaannya. Hal ini karena para calon karyawan harus mampu berkomunikasi dengan baik di dalam sebuah tim maupun di depan umum.

 

Menyikapi kebutuhan tersebut, Fakultas Adiministrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (FIABIKOM) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya dalam menyelenggarakan Workshop Public Speaking pada Selasa (7/3) di Aula BKS.  Tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk memberikan pembekalan teknik public speaking yang baik kepada mahasiswa Unika Atma Jaya. Workshop ini dihadiri oleh Li Ren Kaplan (Santa Fe College) sebagai pembicara.

 

Dalam melakukan public speaking, pembicara harus bisa melibatkan audiens. Namun pada praktiknya, berbicara di depan umum tidaklah mudah. Pembicara  akan mengalami beberapa tantangan ketika melakukan public speaking. “Salah satu tantangan terbesar seorang public speaker adalah mendapatkan dan mempertahankan perhatian dari para peserta.” ujar Li Ren.

 

 

 

Li Ren sedang menyampaikan materi public speaking

 

 

Seorang public speaker harus menggunakan cara yang berbeda dalam mengkomunikasikan pesan, agar para peserta memahami pesan yang disampaikan.Ada beragam cara yang dapat digunakan untuk menarik perhatian audience. Salah satunya yaitu memahami tipe-tipe audiens.

 

“Ada empat tipe audiens yang disingkat menjadi V.A.R.K. Tipe pertama adalah Visual Audience yaitu audiens yang menggunakan warna, video, gerakan, simbol dan sebagainya dalam memahami pesan. Selanjutnya, Aural Audience yang lebih memahami pesan dalam bentuk cerita, jokes berupa gambar atau pengulangan lisan. Tipe berikutnya adalah Read Audience yang menggunakan definisi, power point, atau handout untuk memahami pesan yang disampaikan. Yang terakhir adalah Kinesthetic Audienceyang lebih memahami pesan melalui indera baik pendengaran, sentuhan, penciuman, pengecap, dan lainnya.” Jelas Li Ren.

 

Cara lainnya untuk mendapatkan attention dari audiens adalah dengan melakukan ice breaking,  bercerita, pemutaran video, power point yang tidak banyak kalimat, penggunaan bahasa yang mudah dimengerti, memakai setelan pakaian yang tepat, pemilihan topik yang menarik atau sedang hangat diperbincangkan, hingga melakukan sesi tanya jawab. Selain itu penggunaan data statistik atau fakta sangat penting dalam melakukan public speaking  agar para peserta percaya dengan materi yang diberikan. (SH)

S S R K J S M
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30  
bottom
Copyright © 2016 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - All right reserved