EN | ID
 
Kewirausahaan Sosial: Solusi Meningkatkan Kualitas Hidup

Jakarta, 5 Maret 2017 - BCA SOCIALPRENEUR, suatu acara kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) yang diselenggarakan atas kerjasama Senat Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (FIABIKOM) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dengan PT. Bank Central Asia (BCA) dan Cicil pada hari Kamis (2/3) di gedung Yustinus lantai 15 dengan mengusung tema “Improving the Quality of Life”.

 

Tiga narasumber yang ahli dalam bidang kewirausahaan sosial dihadirkan dalam acara kali ini, yaitu Gigih Septianto (CEO WeCare.id), Liesselotte Heederik (Director Nazava), dan Emma Yunita (British Council) serta dimoderatori oleh Claudia Zefanya (Unika Atma Jaya).

 

Para narasumber BCA Socialpreneur: (ki-ka) Emma, Gigih, dan Liesse serta Claudia Zefanya (Moderator)

 

Social entrepreneur begitu penting karena saat ini kita sudah memasuki zaman otomatisasi dan digital. Artinya, zaman dimana secara otomatis teknologi akan menggantikan manusia dengan mesin, seperti robot yang sekarang sudah dipekerjakan dalam beberapa perusahaan. Akibatnya masyarakat kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran,” ujar Eko Widodo, Dekan FIABIKOM dalam sambutannya.

 

Eko juga menjelaskan bahwa saat ini bangsa-bangsa berkembang bisa maju karena memiliki modal sosial (social capital) untuk tujuan bersama. "Kita kerja, kita bekarya, kita lakukan itu untuk kesejahteraan masyarakat. Satu hal yang tidak tergantikan oleh mesin adalah seorang wirausaha. Robot tidak bisa jadi wirausaha karena seorang wirausaha memiliki jiwa yang semangat dan kreatif,” jelas beliau.

 

Serangkaian acara yang dilaksanakan adalah seminar dan lomba social bussines model canvas. Dalam pembahasan materinya, Emma menjelaskan bahwa social enterpreneur merupakan bisnis dengan tujuan utama sosial, dimana keuntungan diinvestasikan kembali untuk tujuan masyarakat atau komunitas. “Kami, British Council mendorong pengembangan wirausaha sosial dan investasi sosial untuk mewujudkan masa depan yang lebih inklusif, sejahtera dan berkelanjutan bagi semua,” kata Emma.

 

Perwakilan dari Unika Atma Jaya sedang mempresentasikan mengenai program sobat karir

 

Di samping itu, Gigih menambahkan kalau social entrepeneur dapat menjadi semacam pendorong terutama bagi anak muda untuk segera memulai membuat social entreprise sesuai dengan isu yang terjadi.

 

Menurut Liesse bahwa untuk menjadi sesorang wirausaha bukanlah sesuatu yang sulit karena diperlukan adanya kemauan dan komitmen. “If you want to be social entrepreneur, you have idea, just do it!” kata dia.

 

Seusai seminar, diadakan lomba social business model. Para peserta lomba mempresentasikan tentang program bisnis yang sedang dikembangkannya, adapun peserta lomba yang lolos seleksi berasal dari Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Bina Nusantara, dan Universitas Sumatera Utara. Juri yang mendampingi perlombaan adalah Rosdiana Sijabat (Unika Atma Jaya), Ferdian (Atma Jaya Venture), dan Aria (Amartha).

 

“Lomba ini memperkenalkan social entrepreneurship kepada mahasiswa serta memicu pengembangan kreatifitas dan inovasi mahasiswa dalam memecahkan permasalahan bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan sehingga mendapatkan peluang-peluang bisnis baru yang dapat mensejahterakan masyarakat,” ujar Aria.

 

Senada dengan Aria, Fedian juga mengatakan bahwa saat ini social entrepreneurship dapat menjadi peluang bisnis yang baik untuk dijalankan. “Disaat bisnis lain melakukan eksploitasi terhadap sumber daya dan meresahkan masyarakat, para wirausahawan sosial justru mengembangkan bisnis yang ramah lingkungan serta dapat mensejahterakan dan menguntungkan masyarakat, terutama masyarakat kecil,” katanya.

 

Sebelum penutup acara, para juri mengumumkan pemenang lomba business model canvas. Dari hasil perundingan, juri memutuskan juara I adalah Handika dkk (Unika Atma Jaya) dengan program Sobat Karir, juara II Novus dkk (Unika Atma Jaya) dengan program Pemberdayaan Mantan Narapidana dan juara III Haridz (Universitas Sumatera Utara) dengan program Pemanfaatan Limbah Karung Goni. (CTF)

 

    

Juara I lomba Social Business Model     Juara II lomba Social Business Model     Juara III lomba Social Business Model

S S R K J S M
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
bottom
Copyright © 2016 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - All right reserved