EN | ID
 
Road to Kompasianival 2017: Kolaborasi Generasi

Jakarta 7 September 2017 – Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) Unika Atma Jaya bekerjasama dengan Kompasiana dan Pijaru menyelenggarakan Workshop dengan tema “The Star is You, but…” yang merupakan salah satu rangkaian acara dalam Road to Kompasianival 2017. Tahun 2017 ini Kompasianival mengusung tema Kolaborasi Generasi. Acara ini berlangsung di Gedung Yustinus lantai 14 pada Kamis, (7/9).

 

Workshop yang diselenggarakan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dimulai oleh Tim Pijaru yang dibawakan oleh Ecan dengan topik workshop tentang apa itu Pijaru. Pijaru sendiri merupakan media digital bagian dari Kompas Group of Digital yang bertujuan untuk mengajak netizen atau siapa saja untuk berkreasi menciptakan video-video menarik dan menghibur guna ditampilkan di media sosial.

 

“Pijaru ini berada di divisi Kompas Cyber Media yang memproduksi video ringan tapi berbobot. Video-video yang kami produksi berkonten komedi, talkshow, animasi, dokumenter, short films dan masih banyak lagi,” jelas Ecan.

 

Ecan saat menjelaskan tentang Pijaru

 

Ecan menjelaskan proses pembuatan video melewati tiga tahap utama, yakni ide, eksekusi, dan penyebaran. Pada tahap ide, sebuah gagasan di tuangkan kedalam sebuah script atau naskah. Tahap kedua adalah eksekusi, proses eksekusi adalah proses dimana pembuatan konten video diproduksi misalnya seperti pengambilan gambar, pengisian suara dan editing. Tahap terakhir adalah penyebaran, salah satunya penyebaran konten video yakni lewat sosial media.

 

Sesi kedua dibawakan oleh salah satu dosen Prodi Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya, yakni Andina Dian Dwifatma. Materi yang dibawakan adalah tentang Creative Writing. Andina menjelaskan apa itu creative writing, bagaimana cara menghasilkan tulisan yang kreatif serta tips and trick dalam menulis kreatif.

 

Andina saat membawakan materi tentang creative writing

 

“Untuk dapat menulis kreatif kita harus memandang peristiwa dari sudut pandang lain yang memiliki nilai human interest, gunanya untuk mendapatkan simpati dan menarik perhatian pembaca saat membaca tulisan kita,” tutur Andina.

 

Beberapa tips dan trick dikemukakan oleh Andina seperti, mendekatkan tangan dengan otak, maksudnya adalah gagasan/ ide yang muncul segera ditulis kedalam catatan agar ide/ gagasan tersebut tidak hilang dari ingatan. Kedua, membuat outline yang bertujuan agar kerangka tulisan menjadi urut dan tidak melebar ke topik yang lain. Ketiga, melihat dari mana kalian ingin memandang suatu peristiwa, biasanya disebut sebagai angle atau sudut pandang tulisan.

 

Sesi ketiga dibawakan oleh Widha Karina selaku Content & Community Moderator of Kompasiana. Materi yang dibawakan tentang etika bersosial media. Widha mengajak kaum generasi muda untuk membuat kontan yang bertanggungjawab dengan tidak menggunakan isu-isu SARA, menghasilkan konten yang kreatif dan menguntungkan orang banyak.

 

Widha saat memaparkan materi tentang etika dalam bersosial media kepada para peserta

 

“Fenomena menarik saat ini adalah adanya gap antara generasi ‘tua’ dengan generasi milenials. Generasi milenials saat ini menguasai yang namanya media sosial, tapi mayoritas yang melanggar etika bermedia sosial justru generasi milenials itu sendiri. Sedangkan generasi sebelumnya lebih memahami yang namanya etika dalam berkomunikasi dan masih menjunjung moral-moral yang dianut dalam masyarakat tetapi mereka tidak se-fasih generasi muda dalam bersosial media,” jelas Widha.

 

Puncak dari acara Road to Kompasianival 2017 ini akan diadakan tanggal 21 Oktober 2017 di Epicentrum Walk. Widha berharap dengan diadakannya Road to Kompasianival 2017 dapat mempertemuakn generasi yang berbeda dalam satu medium kolaborasi yang interaktif dengan tujuan untuk bertukar pikiran, sharing, dan belajar antara satu sama lain. (CV) 

S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30  
bottom
Copyright © 2016 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - All right reserved