EN | ID
 
PDST: Sebuah Seminar Tentang Teknik Wawancara

Kebersamaan Peserta dan Panitia bersama Donny

 

Jakarta, 15 Maret 2017 – Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya melangsungkan seminar dan coaching clinic “Pikir Dulu Sebelum Tanya" (PDST) pada Selasa (7/3) di Aula D. Acara ini memiliki tema “ Words Can be The Source of Misscommunication”. Acara PDST terdiri dari dua sesi, yaitu seminar bersama Dorien Kartikawangi dan caoching clinic bersama Donny De Keizer.

 

“Alasan saya mengadakan acara ini adalah untuk menekankan kembali makna dari komunikasi verbal. Selain itu, untuk menambah wawasan mahasiswa-mahasiswi Unika Atma Jaya tentang dunia jurnalistik,” tutur Raja selaku ketua acara PDST.

 

Dorien memaparkan tiga perspektif yang perlu kita ketahui terkait wawancara. Pertama, Human Resources Perspective, yaitu tentang kemampuan manusia untuk memimpin, menggali, dan mengembangkan apa yang ada di dalam diri mereka. Kemampuan seseorang untuk memimpin dan mengorganisasi apa yang ada di dalam diri orang lain juga merupakan bagian dari Human Resources Perspective. Kedua, Psychology Perspective yang menjelaskan pentingnya memahami komunikasi lintas budaya untuk mengerti kaitan individu dengan interaksi global dan perlu mempersiapkan serta membangun komunikasi sebaik mungkin untuk menghindari missunderstanding dalam interaksi bisnis global. Ketiga, Communication Perspective yang membahas komunikasi bukan sekedar bertukar informasi, fakta, ide, dan emosi, hal yang menonjol dari kategori sosial di mana sering terjadi negosiasi dan interaksi dalam proses akomodasi ditambah komunikasi tidak saja dipengaruhi oleh situasi dan partisipan tapi juga tentang konteks penanaman sejarah sosial.

 

Donny menjelaskan tujuan dari wawancara adalah menghadirkan kata-kata, fakta, dan opini tentang isu yang sedang hangat diperbincangkan sehingga penonton atau pendengar dapat mendapatkan kesimpulan yang sebenarnya dari wawancara tersebut. Di zaman ini, penting bagi penonton atau pendengar untuk mendapatkan informasi yang tidak dibuat–buat.

  

Terdapat prinsip “good questions give good answer” yang bisa kita dapatkan dengan empat cara, yaitu: pikirkanlah jawaban yang akan Anda dapatkan sebelum melontarkan pertanyaan, keluarkan dan gunakan catatan, dengarkan jawaban dari narasumber dan tanyakan apa yang ingin anda ketahui, dan yang terakhir adalah buatlah pertanyaan yang menghasilkan jawaban yang layak bukan hanya jawaban “ya” dan “tidak".

 

Ada beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pewawancara, yaitu: harus terdengar spontanius, terlihat tertarik terhadap apa yang sedang diucapkan oleh narasumber, merupakan pendengar yang baik, melakukan pengawasan terhadap penonton atau pendengar, menanyakan pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh penonton atau pendengar, jangan berpura–pura, memperhatikan dan mendengarkan narasumber, menjaga kontak mata, serta memperjelas jika ada suatu hal yang baru dan pertama kali didengar oleh audiens.

 

Syarat–syarat dalam wawancara antara lain: mempersiapkan segalanya dengan matang, punya pemahaman yang baik tentang persoalan yang akan dibahas, memperhatikan kondisi psikologis narasumber sebelum melakukan wawancara, menyiapkan pertanyaan yang bagus dan jeli, serta bersikap kritis. (IN)

 

 

Panitia PDST bersama Dorien Kartikawangi

S S R K J S M
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30  
bottom
Copyright © 2016 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - All right reserved