EN | ID
 
Jadi Wirausahawan Muda bersama FESPA

Jakarta 12 Februari 2017- Menjadi seorang entrepreneur saat ini telah menjadi tren positif bagi sebagian anak muda di Indonesia. Dengan menjadi seorang wirausahawan, kebebasan untuk mengeksplor apa yang menjadi hobinya sangat besar. Walaupun memiliki kebebasan, dalam berwirausaha juga terdapat persaingan yang sangat ketat. Oleh karena itu, seorang young entrepreneur perlu memiliki kreativitas dan keunikan (ciri khas) tersendiri agar dapat memenangkan persaingan secara sehat.

 

Untuk mendukung para entrepreneur muda, maka Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis (HIMABI) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya menyelenggarakan acara tahunan Festival of Entrepreneurship through Sportivity, Passion, and Attractiveness (FESPA) yang ketiga di Plaza Yustinus dan Sport Hall Unika Atma Jaya. Acara yang berlangsung pada Senin (06/02) dan Selasa (07/02) ini berisi berbagai macam kegiatan seperti food bazaar, basketball competition, acapella, serta mini games seru seperti panic kitchen, three point contest, basket challenge, dan lainnya. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan modern dance dari Distrix serta penampilan dari Raynaldo Wijaya (Indomusikgram).

 

“Acara ini bertujuan untuk memberikan pembekalan dan pengalaman berwirausaha kepada para mahasiswa Unika Atma Jaya. Selain itu, FESPA juga dijadikan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya, ” ujar Novenia selaku ketua acara.

 

Peluang usaha terbentang dari berbagai jenis bidang. Salah satunya kuliner. Banyaknya usaha makanan saat ini, menuntut para pengusaha kuliner untuk berinovasi. Inovasi ini nantinya dapat menarik para pembeli. “Food Bazaar yang kami adakan untuk memberi kesempatan bagi para mahasiswa dalam memperkenalkan kreasi makanan yang mereka buat. Para pengunjung dapat merasakan keunikan makanan dari stand yang ada,” ucap Novenia.

 

 Para pengunjung memenuhi stand makanan yang ada

 

Selain itu, banyak games yang dapat memberikan pembekalan untuk menjadi wirausaha muda. Salah satu game yang menarik adalah panic kitchen dimana terdapat dua kelompok (satu kelompok terdiri dari empat orang) yang akan bertanding untuk memasak sesuatu dengan bahan-bahan makanan yang berasal dari panitia. Setiap peserta diberikan waktu satu menit dan nantinya akan bergantian untuk melanjutkan masakan dari anggota kelompok sebelumnya.

 

Kreativitas para peserta dilatih ketika harus membuat makanan yang unik dengan bahan-bahan seadanya. Selain itu, teamwork mereka juga diasah ketika harus saling melanjutkan masakan dari para anggota kelompok. Peserta juga harus sigap agar makanan yang dibuat dapat selesai dengan tepat waktu.

 

Menjadi seorang entrepeneur tidaklah mudah. “Anak muda harus lebih berani untuk menggali diri, jangan merasa takut untuk mencoba. Apabila menerima kegagalan, jangan berkecil hati melainkan harus tetap bekerja keras agar bisa bangkit lagi. Yakinlah bahwa apapun yang dilakukan dengan sepenuh hati pasti akan membuahkan hasil yang maksimal,” jelas Novenia.

 

Wadah untuk mengasah kemampuan berwirausaha juga harus diperbanyak. Baik pemerintah maupun institusi pendidikan diharapkan dapat mendukung langkah para wirausahawan muda. Novenia mengatakan acara seperti FESPA seharusnya dapat diperbanyak dan ruang lingkupnya tidak hanya di Unika Atma Jaya saja, tetapi di universitas-universitas di Indonesia. (SH)

 

 Choky Sitohang dengan salah satu peserta stand makanan

S S R K J S M
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
bottom
Copyright © 2016 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - All right reserved