EN | ID
 
Frans Seda, Patut Dijadikan Pahlawan Bangsa

 

Frans Xaverius Seda

 

Siapa yang tidak mengenal Frans Xaverius Seda atau yang biasa dikenal dengan Frans Seda? Tentunya nama ini tidak asing, khususnya di telinga warga Unika Atma Jaya. Seorang ekonom terkenal pada era Orde Baru ini merupakan pendiri Unika Atma Jaya, yang pada saat itu menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi sekaligus Ketua Yayasan Atma Jaya. Beliau merupakan salah satu tokoh penting dalam memajukan perekonomian Indonesia pada saat itu yang juga sangat peduli dengan dunia pendidikan.

 

Fakultas pertama yang didirikan di Unika Atma Jaya adalah Fakultas Ekonomi. Mengingat beliau merupakan Menteri Keuangan pada saat itu, ia berharap dengan berdirinya fakultas ini maka dapat terlahir pemuda-pemuda yang akan memajukan bangsa dan peduli terhadap kondisi ekonomi bangsa ini.

 

Anak pertama dari delapan bersaudara ini dikenal dengan kejujurannya. Hal tersebut yang mempertahankan dirinya dipercayai menjadi menteri beberapa kali. Tulisan yang dimuat pada biokristi.sabda.org semakin memperkuat pernyataan bahwa beliau memang seseorang yang sangat bersandar pada kejujuran dan mengandalkan Tuhan, “Seda berbeda dengan kebanyakan politisi lain yang cuma sibuk mencari kedudukan dan kemudian melanggengkan kedudukan itu. Seda tidak mengejar harta dan takhta. Sebagai seorang putra Katolik, ia menjadi saksi Kristus melalui kinerjanya.”

 

“Franciscus Xaverius Seda atau Frans Seda merupakan sosok sederhana dan pekerja keras serta figur yang rendah hati dan suka menolong,” kata anggota Badan Pertimbangan Pusat (Baperpu) DPP PDI Perjuangan, Sabam Sirait pada kompas.com.

 

Lahir dari keluarga guru di Lekebai, Flores, membuatnya menjadi sangat peduli terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Beliau memiliki semboyan hidup, yaitu “Berdoa, bertapa, dan bekerja keras”. Semboyan itu yang kemudian menjadi motivasinya untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya dan berjuang menjadi orang hebat ditengah pilunya nasib di kota.

 

Selama mendirikan Unika Atma Jaya, beliau dengan gigih memberikan beasiswa bagi orang-orang yang ingin berkuliah namun terhambat karena alasan ekonomi. “Orang boleh tidak kuliah di Atma Jaya karena tidak mampu secara intelektual, tetapi orang tidak boleh tidak kuliah di Atma Jaya karena tidak mampu secara ekonomi,” ujarnya.

 

Salah satu nasehat yang pernah beliau ungkapan kepada orang-orang muda adalah, “Kalau ingin menjadi manusia yang baik dan berguna harus menjaga keseimbangan antara akal budi dan hati atau moralitas.”

 

Untuk mengenang jasa Frans Seda sebagai pendiri Unika Atma Jaya, juga kepeduliannya akan pendidikan di Indonesia, maka setiap dua tahun sekali Unika Atma Jaya rutin menggelar sebuah acara penghargaan yang dinamai Frans Seda Award. Penghargaan diberikan khusus bagi dua orang insan muda yang mendidikasikan dirinya bagi aktivitas pendidikan dan/ atau kemanusiaan. Bentuk penghargaan yang akan diberikan adalah medali dan sertifikat “Frans Seda Award”, serta uang tunai sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) kepada setiap penerima penghargaan.

 


Para penerima Frans Seda Award tahun 2016

 

Dengan segala upaya dan kerja keras yang beliau lakukan untuk Indonesia, maka pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), setuju untuk mengusulkan Frans Seda sebagai pahlawan nasional. Hal ini dikarenakan jasanya bagi negeri ini dan niatnya untuk memegang teguh nilai-nilai pancasila, juga sangat peduli terhadap pluralisme. Seorang pahlawan bangsa tentu tidak harus ikut berperang menggunakan bambu runcing dan belati. Berjuang memajukan Indonesia pada bidang pendidikan, ekonomi, ataupun pemerintahan sudah patut disebut dengan pahlawan bangsa layaknya Frans Xaverius Seda. (LPO)

S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30  
bottom
Copyright © 2016 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - All right reserved