EN | ID
 
Mencegah KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan Menangani Korbannya

 

 

 

“Seminar ini dirasakan banyak sekali manfaatnya.....” kata Christiana Laksmi S, warga Lingkungan St. Adrianus, Wilayah XI, Paroki St. Matius Penginjil Bintaro yang mengikuti kegiatan “Seminar: Keluarga Sekolah Kehidupanku – Mendengarkan, Memahami dan Mengampuni serta Menyoal Kekerasan Dalam Rumah Tangga”, kerjasama antara Prodi Magister Hukum (FH Unika Atma Jaya) dan LPPM Unika Atma Jaya dan SKK (Seksi Kerasulan Keluarga) Paroki St. Matius Penginjil Bintaro, yang diselenggarakan tanggal 17 Desember 2016, di Aula Leo Soekoto Paroki St. Matius Penginjl Bintaro. Christiana Laksmi juga berharap agar diadakan Seminar lanjutan untuk membahas masalah KDRT.

 

Demikian sepenggal isi dari Lembar Evaluasi Seminar yang diisi dan diserahkan oleh salah satu peserta Seminar dari 96 (sembilan puluh enam) peserta Seminar. Acara Seminar tersebut dimulai pukul 09.30 WIB dengan didahului oleh Kata Sambutan dari Ketua Dewan Paroki St. Matius Penginjil Bintaro dan Ketua LPPM Unika Atma Jaya, Ibu Clara R.P. Ajisuksmo, Msc.,Ph.D. Peserta Seminar tersebut berasal dari pengurus SKK Lingkungan dan Warga Paroki St. Matius Penginjll Bintaro.

 

Seminar ini merupakan pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Unika Atma Jaya Lintas Unit, melibatkan Prodi MH – Fakultas Hukum dan LPPM Unika Atma Jaya. Narasumber dan Topik bahasan dalam Seminar tersebut adalah sebagai berikut:

  • Lidwina Maria T, membahas Topik: “Hukum Perkawinan Yang Berlaku di Indonesia”;
  • Bernadetta T Wulandari, membahas Topik: “Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga Dalam Perspektif Hukum”;
  • Antonius PS Wibowo, membahas Topik: “Aspek Hukum Pidana dari KDRT”; dan
  • Clara R.P. Ajisuksmo, membahas Topik: ” Aspek Psikologis Dalam Perkawinan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga”.

Seminar berlangsung sangat interaktif dan peserta yang aktif berpartsisipasi dalam Seminar diberi hadiah MUG Atma Jaya. Sebanyak 10 (sepuluh) orang berhasil mendapatkan hadiah MUG karena partisipasinya dalam Seminar melalui pertanyaan-pertanyaan yang sangat kritis.

Kita semua dipanggil untuk mencegah dan ikut terlibat menangani korban KDRT. Sesuai dengan Pasal 15 UU PKDRT ditentukan bahwa setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga wajib melakukan upaya-upaya sesuai dengan batas kemampuannya untuk:

a.      mencegah berlangsungnya tindak pidana;

b.      memberikan perlindungan kepada korban;

c.      memberikan pertolongan darurat; dan

d.      membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan.

 

Yang Melaporkan

(Dr.iur.) Antonius PS Wibowo, SH.,MH

Ketua Tim Pengabdian Pada Masyarakat

S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28      
bottom
Copyright © 2016 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - All right reserved